Minggu, 04 November 2012

Tips Pintar Cari Tiket Pesawat

1 minggu yang lalu, saya ngetweet tentang #CariTiket di account twitter saya dan ternyata cukup banyak orang yang sejalan dengan pemikiran saya. That's why saya bikin postingan di blog agar teman-teman lain yang bukan follower saya bisa membaca tentang tips #CariTiket yang kemarin saya buat.

Berbagai media menyebutkan pengguna transportasi udara di Indonesia terus meningkat. Tentu saja ini kabar baik, baik ketika saya menempatkan diri sebagai pegawai airlines maupun saya sebagai warga negara Indonesia karena hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita juga semakin meningkat.

Hal ini membuat bisnis airlines di Indonesia juga mengalami pertumbuhan. Saat bisnis ini sedang ramai, kita sebagai customer harus pintar dalam membeli tiket. Saya membuat postingan ini dengan melepaskan segala atribut kepegawaian saya sebagai karyawan Garuda. Ini cerita saya sebagai seorang customer.

Beberapa tahun lalu, saya adalah salah satu penggemar salah satu LCC terkenal di Indonesia. Tiap kali cari tiket pesawat, web pertama yang saya buka adalah web maskapai tersebut karena mindset saya, maskapai ini punya harga paling murah. Web Garuda saya buka paling belakangan, karena sudah tertanam dalam mindset saya bahwa saya gak akan mampu beli tiket Garuda yang sangat mahal itu.

Tahun 2011, saya pernah dikecewakan oleh si LCC ini. Waktu itu saya telat check in 10 menit, saya tahu saya salah, tapi petugas maskapai tersebut tidak memberi solusi yang memuaskan bagi saya. Kesel, merasa tidak dihargai, dan sangat kecewa. Tiket saya dianggap hangus padahal tiket saya bukan tiket promo, refund dan sebagainya ribet jadi intinya saya harus beli tiket baru dengan harga utuh. Hal tersebut membuat saya trauma naik maskapai favorit saya ini. Hal inilah yang membuat saya beralih membuka web Garuda saat hendak melakukan perjalanan via udara.

Ada satu kejadian yang membuat saya menjadikan Garuda sebagai standar harga saat mencari tiket pesawat. Lebaran 2011, harga tiket pesawat Jakarta-Semarang PP = Rp. 1,2juta. Sementara LCC yang pernah jadi love of my life saya Rp 1,5juta. Waaa, ternyata Garuda tidak semahal yang selama ini saya bayangkan. Sejak saat itu, tiap mau beli tiket, web pertama yang saya buka adalah Garuda. Baru setelah itu saya buka web maskapai lain sebagai comparation. Saat itulah saya merasa menjadi smart buyer (telat banget)

Selain masalah harga, hal yang mempengaruhi saya membeli tiket adalah masalah pelayanan pasca pembelian. Saat saya membeli tiket LCC, kalau saya ketinggalan pesawat, tiket saya akan hangus. Sedangkan dengan tiket Garuda, saya bisa ikut next flight, term and condition apply. T&C-nya pun tidak terlalu ribet, kalaupun harus membayar, saya tidak harus membayar dengan harga 'utuh' tapi tinggal menambahkan selisih harga.

Selanjutnya adalah masalah snack. Selama ini, mindset kita terbiasa, saat membeli tiket murah dont expect too much. Jadi kita merasa sangat wajar saat naik LCC, padahal dengan harga standar, tapi tidak dapat makanan. Itulah yang membuat saya lebih suka memakai Garuda untuk penerbangan Jkt-Smg. Mau tiket promo, mau tiket harga standar, saya tetap mendapat makanan. Dan yang terakhir adalah pelayanan. Pelayanan ini menyangkut keramahan pramugari & inflight entertainment.

Nah, kebetulan sekali, menjelang long weekend besok saya lagi hunting tiket. Ya, saya masih suka hunting tiket walaupun sudah bekerja di sebuah airlines. Saya tidak mau cuek dengan keadaan dunia penerbangan di luar perusahaan saya. Untuk terbang tanggal 14 November 2012, berikut hasil yang saya dapat. Tiket GA Jkt-Smg one way jam 19.10 = Rp 763.000, LCC A Jkt-Smg one way jam 19.50 = Rp 753.000 dan LCC B Jkt-Smg one way jam 19.15 = Rp 710.000

Harga ternyata tidak beda jauh, hanya beda 10-50ribu. Dan saya lebih memilih Garuda karena beberapa benefit yang saya dapat:
1. Snack (gak mau rugi)
2. Airport tax yang sudah tergabung dalam komponen harga tiket
3. Safety, ini yang paling penting, karena saat saya naik Garuda, saya merasa lebih secure daripada naik maskapai lain. Dan untuk hal tersebut, gak papa deh beda 10-50ribu aja.

Itulah pengalaman saya tentang lika-liku cari tiket. Intinya adalah web Garuda selalu saya buka pertama kali sebagai standar komparasi dengan maskapai lain, dengan begitu saya tahu best price seperti apa dan juga value of my money, apa yang saya dapat dengan harga tersebut. Dan sebagai orang yang tidak terlalu suka plan holiday jauh-jauh hari, saya males beli promo early bird, beli 6-12 bulan sebelum tanggal keberangkatan  karena kebanyakan dari teman-teman saya, pada akhirnya gak berangkat saat hari H dan tiket hangus dengan percuma. Saya juga tidak suka dengan maskapai yang beli tiket murah tanpa kejelasan tempat duduk, dan masih bayar-bayar printilan-printilan lainnya yang ujung-ujungnya harganya sama aja dengan tiket yang tidak promo. Kita harus jadi smart buyer and smart customer! ;)

Sabtu, 03 November 2012

Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2012

Will be held on November 9-11, 2012 at Hall B JCC Senayan.
"Terbang dan temukan destinasi menarik dengan penawaran istimewa!"
Get special price for all domestic and international route, and get additional discount for Mandiri card holder with 0% rate for 6 months installment.
Feel the Garuda Indonesia Experience during the fair! Feel free to ask anything about the uniqueness of your destination in National Tourism Organization from South Korea, Japan, Thailand, and many more.
Don't forget to bring your CV and drop to our Recruitment booth along the event. Let's fly with pride with Garuda Indonesia, the best regional airlines 2012 - Skytrax.